MATERI PEMBAHASAN KELOMPOK
MATA KULIAH SASTRA PERBANDINGAN DAN
KRITIK SASTRA
ANALISIS LAGU KARYA EBIET
BERDASARKAN ALIRAN KARYA SASTRA
Dosen Pengampu: Dra. Lisdwiana
Kurniati, M.Pd.
NIP: 196304241989032001
Disusun Oleh
Kelompok V

PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
MUHAMMADIYAH
PRINGSEWU LAMPUNG
TAHUN
2018
KATA
PENGANTAR
Assalamuallaikum
Wr.Wb.
Puji
dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan
makalah ini. Tidak lupa kami mengucapakan terima kasih kepada dosen pembimbing
mata kuliah Ibu Dra. Lisdwiana Kurniati,
M.Pd. dan pihak-pihak lain yang telah mendukung dalam kelancaran pembuatan
makalah ini. Adapun maksud dan tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk
memenuhi tugas kelompok mata kuliah Sastra Perbandingan dan Kritik Sastra.
Didalam
makalah ini kami akan membahas aliran- aliran karya sastra yang terdapat pada
lagu- lagu karya Ebiet. Didalam penyusunan makalah ini kami menyadari bahwa
masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dari pembaca untuk menyusun makalah lain dikesempatan yang
akan datang. Semoga makalah ini
bermanfaat, tidak hanya bagi kami tetapi juga bagi pembaca.
Wassallamualikum
Wr.Wb.
|
|
Pringsewu, 20 November 2018
Kelompok
V
|
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL
KATA
PENGANTAR...................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................... iii
BAB
I PENDAHULUAN
A. Pengertian
Aliran ..................................................................................................
B. Macam-
macam Aliran..........................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A. Analisis
Lagu Berita Kepada Kawan ...................................................................
B. Analisis
Lagu Nyanyian Rindu.............................................................................
C. Analisis
Lagu Dosa Siapa ini Dosa Siapa..............................................................
D. Analisis
Lagu Bingkai Mimpi................................................................................
E. Analisis
Lagu Elegi Esok Hari..............................................................................
F. Analisis
Lagu Titip Rindu Untuk Ayah................................................................
G. Analisis
Lagu Untuk Sebuah Nama......................................................................
H. Analisis
Lagu Nyanyian Ombak...........................................................................
I. Analisis
Lagu Orang- Orang Terkucil...................................................................
J. Analisis
Lagu Camelia...........................................................................................
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan............................................................................................................
B.
Saran......................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Pengertian
Aliran Sastra
Menurut
KBBI, Aliran yaitu haluan, pendapat, paham (politik, pandangan hidup dan
sebagainya). Plato pada tahun 427-347 SM mengemukakan pada bidang seni terdapat
kedua aliran yang besar dengan karakteristik yang berbeda, yaitu aliran
idealisme dan materialisme.
Menurut Korrie Layun Rampan (dalam blog setyawati,
2014) mengartikan aliran sastra sebagai hasil ekspresi para sastrawan yang
meyakini bahwa jenis sastra yang mereka ciptakan itulah hasil sastra yang cocok
pada zamannya.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Aliran Sastra
merupakan pendapat atau pandangan dari hasil ekspresi para sastrawan di
zamannya.
B.
Macam-
Macam Aliran Karya Sastra
1.
Realisme
Realisme adalah aliran dalam kesusastraan yang melukiskan suatu keadaan
atau kenyataan secara sesungguhnya. Aliran sastra ini
merupakan sastra yang melukiskan keadaan/peristiwa sesuai dengan kenyataan apa
adanya. Pengarang tidak menambah ataupun mengurangi suatu kejadian yang
dilihatnya secara positif, yang diuraikan yang baik-baik saja. Para tokoh aliran ini berpendapat bahwa tujuan seni
adalah untuk menggambarkan kehidupan dengan kejujuran yang sempurna dan
subjektif.
2.
Impresionisme
Impresionisme adalah pelahiran kembali kesan kesan sang penyair atau
pengarang terhadap sesuatu yang dilihatnya. Aliran ini dalam karya
sastra menekankan pada kesan sepintas tentang suatu peristiwa, kejadian atau
benda yang ditemui atau dilihat pengarang. Dalam hal tersebut, pengarang
mengambil hal- hal yang penting- penting saja. Pengarang takkan melukiskan sampai mendetail, sampai
yang sekecil- kecilnya seperti dalam aliran realisme atau
naturalisme.
3. Neonaturalisme.
Neonaturalisme
merupakan aliran baru dari aliran neturalisme. Aliran ini tidak saja
mengungkapkan sisi jelek, namun juga memandang sesuatu dari sudut yang baik
pula.
4.
Futurisme
Futurisme merupakan aliran dalam sastra yang menganjurkan agar meninggalkan segala bentuk ekspresi gaya baru, bentuk
baru, pokok baru dengan menekankan pentingnya pengganmbaran kecepatan, kekuatan
dan kekerasan.
Menurut kaum futuris, karya sastra hendaknya menyesuaikan diri dengan zaman
modern.
5. Surelaisme.
Aliran Surealisme yaitu
aliran dalam sastra yang melukiskan sesuatu secara berlebihan sehingga sulit
dipahami oleh penikmat atau pembaca.
6. Determinisme.
Determinisme yaitu
aliran dalam sastra yang melukiskan suatu peristiwa atau kejadian dari sisi
jeleknya saja. Biasanya menyoroti pada ketidakadilan, penyelewengan dan
lain-lain yang dianggap kurang baik pengarang. Aliran kesusasteraan yang menekankan pada takdir.dalam
determinisme ini, Takdir ditentukan oleh unsur-unsur biologis dan lingkungan
bukan oleh sesuatu yang gaib seperti, Tuhan, Dewa-dewi. Penganut aliran
determinisme berangkat dari paham materialisme dan tidak percaya bahwa tuhanlah
yang menakdirkan demikian. Akan tetapi, takdir itu diakibatkan oleh sifat
biolgis dari orangtua dan lingkungan keadaan masyarakat.
7. Ekspresionisme
Aliran Ekspresionisme
yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada perasaan jiwa pengarangnya. Aliran kesusasteraan ekspresionisme merupakan gambaran
dunia batin, imaji tentang sesuatu yang dipikirkan. Dalam ekspresionisme ini,
pengarang menyatakan sikap jiwanya, emosinya, tanggapan subyektifnya tentang
masalah manusia, ketuhanan, kemanusiaan. Dalam sajak, misalnya, penyair tidak
mengungkapkan kisah, tetapi ia langsung berteriak, menyatakan curahan hatinya.
8. Absurdisme
Aliran sastra ini munyuguhkan pada ketidak
jelasan kenyataan. Pada
dasarnya, yang dihadirkan adalah realitas manusia tetapi selalu hal-
khal yang irasonal, tidak
masuk akal karena bentuk sastra absurdisme ini memberi ruang yang
terbuka bagi para apresiator untuk memberi tafsiran masing-masing dan semuanya
dikembakiakan kepada pembaca.
9. Idealisme.
Idealisme yaitu aliran
dalam sastra yang selalu melukiskan cita-cita, gagasan, atau pendirian engarangnya.
Idealisme merupakan cabang
dari aliran romantik. Rahasia alam semesta dan misteri kehidupan , dalam
realisme dan naturalisme mengandalkan pada realitas. Sebaliknya, idealisme
menekankan pada ide atau cita-cita. Aliran ini bisa dikatakan aliran romantik yang mendasarkan citanya pada
cita-cita si penulis atau pada pengarangnya semata. Pengarang idealisme
memandang jauh ke masa yang akan datang, dengan segala kemungkinannya yang
sangat diharapkan akan terjadi. Pada dasarnya, idealisme ini mirip ramalan.
Pengarang merasa yakin bahwa
fantasinya mampu direfleksikan ke dalam realitas.
10. Simbolisme
Simbolisme yaitu aliran
sastra yang menampilkan simbol- simbol (isyarat) dalam karyanya. Hal ini
dilakukan pengarang untuk mengelabui maksud yang sesungguhnya.
11. Romantisme.
Aliran Romantisme yaitu
aliran dalam sastra yang selalu melukiskan sesuatunya secara sentimentil penuh
perasaan. Romantisme merupakan kesenian kesusasteraan yang mengutamakan perasaan.
Oleh karena itu, romantisme bisa dikatakan aliran yang mementingkan penggunaan
bahasa yang indah.dan bisa mengharukan.
12. Didaktisme.
Didaktisme yaitu aliran
dalam sastra yang menekankan pada aspek-aspek pendidikan. Corak didakitisme merupakan salah satu bentuk sastra
bertendens, yaitu karya sastra yang ditulis dengan maksud tertentu. Yang
diutamakan dalam aliran ini adalah bagaimana pengarang menyakinkan pembacanya
sehingga pembaca itu mampu mengambil teladan dan makna dari karya sastra itu.
13. Mistikisme.
Aliran Mistikisme yaitu
aliran dalam sastra yang melukiskan pengalaman dalam mencari dan merasakan
nafas ketuhanan dan keabadian.
14. Psikologisme.
Aliran Psikologisme
yaitu aliran dalam sastra yang selalu menekankan pada aspek-aspek kejiwaan.
15. Eksistensialisme
Eksistensialisme dalam sastra adalah aliran sastra yang mencoba
mempersoalkan
dan
menggambarkan
keberadaan
manusia
dalam
hubungannya
dengan
manusia, alam
dan
Tuhan.
Aliran
ini
dipengaruhi
oleh
perkembangan
filsafat
teks
istensialisme. Tema-
tema yang sering
diangkat
dalam
karya
semacam
ini
adalah
tema
cinta, kesendirian,
keterasungan, kegilaan dan kematian.
16. Filsafatisme
Aliran yang membahas hakika tanggapan, gagasan, sikap
terhadap
segala yang ada, terutama
berkenaan
dengan
hakikat
hidup
dan
makna
hidup, sebabnya, asalnya,
dan hukumnya.
Aliran
ini
juga
dapat
membahas
logika, estetika,
metafisika, dan cara orang menemukan
sesuatu.
17. Heroisme
Heroisme adalah aliran dalam karya sastra yang berisi
kepahlawanan
atau
keberanian
atau
keberanian
dalam membela keadilan dan kebenaran. Aliran ini juga berisi kecintaan terhadap tanah air dan figure teladan bangsa, serta semangat membela tanah air.
18. Religius
Religius merupakan aliran yang mementingkan
nilai-nilai
keagamaan
ataurenungan
tentang
Tuhan
dan
keberadaan
manusia
dihadapan
Tuhan.
19. Transendental
Transendental merupakan aliran karya sastra yang menonjolkan
hal-
hal yang bersifat
kerohanian.
Karya
semacam
ini
banyak
mengemukakan
renungan-renungan
hidup yang mendalam.
20. Komedi
Komedi adalah aliran karya sastra yang penuh
dengan
kelucuan-kelucuan
dan
memancing orang untuk
tersenyum
dan
tertawa.
21. Atavisme
Atavisme adalah aliran
di dalam karya sastra yang memunculkan kembali sifat-sifat atau ciri-ciri pada
sesorang yang sudah lama tidak muncul pada generasi-generasi sebelumnya.
22. Spektisme
Spektisme adalah aliran yang memandang
suatu
selalu
tidak
pasti, meragukan
dan
mencurigakan.
23. Melankolisme
Melankolisme adalah
aliran dalam sastra yang menggambarkan kemurungan, kegetiran, kemuraman,
kesedihan yang dipengaruhi oleh tekanan jiwa yang sedih.
24. Ironisme
Aliran ini mencoba mengemukakan kejadian atau situasi yang bertentangan
dengan yang diharapkan
atau yang seharusnya
terjadi.
Aliran
ini
bernada
mengejek, terus
terang, tanpa
memperdulikan
baik
buruk
akibat
negatif.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Analisis
Lagu Berita Kepada Kawan Karya Ebiet G Ade
Berita
Kepada Kawan
Perjalanan
ini Trasa sangat menyedihkan
Sayang
engkau tak duduk disampingku kawan
Banyak
cerita yang mestinya kau saksikan
Di
tanah kering bebatuan
Tubuhku terguncang dihempas batu
jalanan
Hati tergetar menatap kering
rerumputan
Perjalanan ini pun seperti jadi
saksi
Gembala kecil menangis sedih.....
Kawan
coba dengar apa jawabnya
Ketika
ku tanya mengapa
Bapak
ibunya tlah lama mati
Ditelan
bencana tanah ini
Sesampainya
dilaut Kukabarkan semuanya
Kepada
karang, kepada ombak, kepada matahari
Tetapi
semua diam,Tetapi semua bisu
Tinggal
aku sendiri terpaku menatap langit
Barangkali
di sana ada jawabnya
Mengapa
di tanahku terjadi bencana
Mungkin
tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang
selalu salah dan bangga dengan dosa- dosa
Atau
alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba
kita bertanya pada rumput yang bergoyang
Dalam
setiap lagu ini memiliki beberapa aliran yang terlihat yaitu antara lain:
1. Simbolisme
Dalam bait Pertama
mengandung aliran simbolisme yaitu aliran sastra yang menampilkan simbol-
simbol (isyarat) dalam karyanya. Hal ini dilakukan pengarang untuk mengelabui
maksud yang sesungguhnya. Pada bait pertama larik ke 4 yaitu Di tanah kering bebatuan. Maksud dari
simbol tanah ini yaitu kehidupan yang mulai susah. Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan terdapat pada bait kedua
larik pertama yaitu penulis lagu merasakan sakit dan perih yang kemudian rasa
itu disimbolkan dalam kata Batu Jalanan. Kemudian pada bait kedua larik ke
empat yaitu Gembala kecil menangis
sedih.....maksud dari Gembala kecil ini yaitu anak- anak. Selanjutnya pada
larik terakhir yaitu Coba kita bertanya
pada rumput yang bergoyang artinya kita harus intropeksi diri kebelakang
kembali dan mengingat kesalahan- kesalahan yang telah dilakukan.
2. Psikologisme.
Aliran Psikologisme
yaitu aliran dalam sastra yang selalu menekankan pada aspek -aspek kejiwaan.
Hal ini bisa terlihat pada bait pertama larik pertama yaitu Perjalanan ini Trasa sangat menyedihkan. Dalam larik ini kejiwaan penulis lebih
menampakkan pada perasan yang amat sedih.
Sesampainya
dilaut Kukabarkan semuanya
Kepada
karang, kepada ombak, kepada matahari
Tetapi
semua diam,Tetapi semua bisu
Tinggal
aku sendiri terpaku menatap langit
Pada larik diatas juga
terlihat
3. Ekspresionisme
Tubuhku
terguncang dihempas batu jalanan
Hati
tergetar menatap kering rerumputan
Bait kedua larik
pertama dan kedua merupakan aliran ekspresionisme karena menggambarkan sikap
kejiwaan, emosi dan menceritakan kisah atau perasaan yang dialaminya.
4.
Impresionisme
Bapak
ibunya tlah lama mati
Ditelan
bencana tanah ini
Sesampainya
dilaut Kukabarkan semuanya
Kepada
karang, kepada ombak, kepada matahari
Tetapi
semua diam,Tetapi semua bisu
Tinggal
aku sendiri terpaku menatap langit
Dalam bait larik lagu
ini terdapat aliran impresionisme
yaitu menekankan pada kesan sepintas tentang suatu peristiwa, kejadian atau
benda yang ditemui atau dilihat pengarang. Dalam hal ini, pengarang mengambil
hal- hal yang penting- penting saja. Terlihat sekali bahwa pengarang sangat
sedih dan bingung dengan bencana yang menimpa lingkungannya, semua orang hilang
ditelan becana dan hanya tersisa batu krang, ombak dan matahari.
5. Didaktisme.
Mengapa
di tanahku terjadi bencana
Mungkin
tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang
selalu salah dan bangga dengan dosa- dosa
Atau
alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba
kita bertanya pada rumput yang bergoyang
Didalam bait terahir
ini mengandung aliran didaktisme yaitu aliran yang mengandung nilai pendidikan
sehingga penyanyi ataupun penulis lagu bisa membuat dan memberikan pesan kepada
pendengar untuk bisa mengambil hikmah serta pelajaran dibalik sebuah becana.
6. Realisme
Bait
lagu ini mengandung aliran realisme, karena melukiskan suatu keadaan atau
kenyataan yang sesungguhnya. Terlihat dalam larik bahwa penulis benar- benar
menanyakan kepada gembala kecil yang menangis (anak- anak) Mengapa Bapak Ibunya mati. Dalam aliran realisme pengarang atau
penulis lagu tidak mengurangi suatu kejadian yang dilihatnya atau dialaminya
sehingga terlihat positif jika dirasakan pendengarnya. Pada bait ini juga
sangat menggambarkan kehidupan dalam sisi kejujuran yang dilihat pengarang lagu.
Kawan
coba dengar apa jawabnya
Ketika
ku tanya mengapa
Bapak
ibunya tlah lama mati
Ditelan
bencana tanah ini
B.
Analisis
Lagu Nyanyian Rindu Karya Ebiet G Ade
Nyanyian
Rindu
Coba
engkau katakan padaku
Apa
yang seharusnya aku lakukan
Bila
larut tiba wajahmu membayang
Kerinduan
ini semakin dalam
Gemuruh
ombak di pantai Kuta
Sejuk,
lembut angin di bukit Kintamani
Gadis-gadis
kecil menjajakan cincin
Tak
mampu mengusir kau yang manis
Bila
saja kau ada di sampingku,
Sama-sama
arungi danau biru
Bila
malam mata enggan terpejam
Berbincang
tentang bulan merah ho...
Du
du du du du du du du du du du du du du du (2x)
Coba
engkau dengar lagu ini
Aku
yang tertidur dan tengah bermimpi
Langit-langit
kamar jadi penuh gambar
Wajahmu
yang bening, sejuk, segar
Kapan
lagi kita akan bertemu
Meski
hanya sekilas kau tersenyum?
Kapan
lagi kita nyanyi bersama?
Tatapanmu
membasuh luka, ho...
Du
du du du du du du du du du du du du du du (2x)
1. Romantisme.
Aliran Romantisme yaitu
aliran dalam sastra yang selalu melukiskan sesuatunya secara sentimentil penuh
perasaan. Oleh karena itu,
romantisme bisa dikatakan aliran yang mementingkan penggunaan bahasa yang
indah.dan bisa mengharukan. Hal ini bisa dilihat pada larik
berikut;
Coba
engkau katakan padaku
Apa
yang seharusnya aku lakukan
Bila
larut tiba wajahmu membayang
Kerinduan
ini semakin dalam
Sejuk,
lembut angin di bukit Kintamani
Gadis-gadis
kecil menjajakan cincin
Tak
mampu mengusir kau yang manis
Bila
saja kau ada di sampingku,
2. Simbolisme
Simbolisme yaitu aliran
sastra yang menampilkan simbol- simbol (isyarat) dalam karyanya. Hal ini
dilakukan pengarang untuk mengelabui maksud yang sesungguhnya. Aliran
simbolisme terdapat pada larik yaitu Berbincang
tentang bulan merah ho...arti dari bulan merah berarti bulan puranama yang
indah nan cantik dan bersinar terang.
C. Analisis Lagu Dosa Siapa ini Dosa
Siapa Karya Ebiet G Ade
Dosa
Siapa ini Dosa Siapa
Kudengar suara jerit tangismu
Sesepi gunung
Kulihat bening bola matamu
Sesejuk gunung
Oh, engkau anakku
Yang menanggungkan noda
Sedang engkau terlahir
Mestinya sebening kaca
Apa yang dapat kubanggakan?
Kata maafku pun belum kau mengerti
Dosa siapa? Ini dosa siapa?
Salah siapa? Ini salah siapa?
Mestinya aku tak bertanya lagi
Kudengar ceria suara tawamu
Menikam jantung
Kulihat rona segar di pipimu
Segelap mendung
Oh, engkau anakku
Yang segera tumbuh dewasa
Dengan selaksa beban
Mestinya sesuci bulan
Apa yang dapat kudambakan?
Kata sesalku pun belum kau mengerti
Dosa siapa? Ini dosa siapa?
Salah siapa? Ini salah siapa?
Jawabnya ada di relung hati ini
1. Simbolisme
Pada larik pertama
yaitu mengandung aliran simbolisme, hal ini dilakukan pengarang untuk
mengelabui maksud yang sesungguhnya.
Kudengar suara jerit
tangismu
Sesepi
gunung
Kulihat
bening bola matamu
Sesejuk
gunung
2. Ekspresionisme
Aliran Ekspresionisme
yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada perasaan jiwa pengarangnya. Aliran kesusasteraan ekspresionisme merupakan gambaran
dunia batin, imaji tentang sesuatu yang dipikirkan.
Aliran ini terlihat pada larik berikut karena sangat telihat ekspresi dalam
lagu ini saat menanyakan apa yang dirasakan penulis.
Apa yang dapat kubanggakan?
Kata
maafku pun belum kau mengerti
Dosa
siapa? Ini dosa siapa?
Salah
siapa? Ini salah siapa?
Mestinya
aku tak bertanya lagi
3. Determinisme.
Pada larik dibawah ini
mengandung aliran determinisme yaitu aliran dalam sastra yang melukiskan suatu
peristiwa atau kejadian dari sisi jeleknya saja. Biasanya menyoroti pada
ketidakadilan, penyelewengan dan lain-lain yang dianggap kurang baik pengarang.
Dalam larik ini terlihat sisi jelek yang mengisahkan tentang kehidupan anak
yang tak berdosa. Kemudian merasakan ketidak adilan dan penulis selalu
menanyakan siapa dan siapa.
Oh, engkau anakku
Yang
segera tumbuh dewasa
Dengan
selaksa beban
Mestinya
sesuci bulan
Apa
yang dapat kudambakan?
Kata
sesalku pun belum kau mengerti
Dosa
siapa? Ini dosa siapa?
Salah
siapa? Ini salah siapa?
D.
Analisis
Lagu Bingkai Mimpi Karya Ebiet G Ade
BINGKAI
MIMPI
Dalam kepekatan mimpiku
wajah
Mu tersembunyi
Alam semesta, matahari, bintang, rembulan
Semua datang sujud buatMu
Menikam cinta paling dalam
Du du du du du du du (2x)
Dari sudut manakah gerangan
Aku dapat segera mulai
Melukiskan Engkau yang kasat mata namun ada
Bahkan mengalir dalam darah
Hidup t'lah kujanjikan buatmu
Garis-garis aku satukan
Menampilkan watak yang beringas
Titik-titik aku kumpulkan
Menampilkan rona geriap
Terlalu jauh dari wajahMu
Yang agung, teduh, dan kasih
Kini kuyakini sepenuhnya Engkau tak mungkin kugambar
Tinggal kumohon ampunanMu atas kelancangan mimpiku
Dalam kesejukan nafasMu
Aku khusyuk sembahyang
Barangkali dapat kutafsirkan makna firmanMu
Peluklah aku dalam damai,
Siramilah dengan cinta
Garis-garis aku satukan
Menampilkan watak yang beringas
Titik-titik aku kumpulkan
Menampilkan rona geriap
Terlalu jauh dari wajahMu
Yang agung, teduh, dan kasih
Kini kuyakini sepenuhnya Engkau tak mungkin kugambar
Tinggal kumohon ampunanMu atas kedangkalan mimpiku
Du du du du du du du du (3x).
1. Mistikisme.
Aliran Mistikisme yaitu
aliran dalam sastra yang melukiskan pengalaman dalam mencari dan merasakan
nafas ketuhanan dan keabadian. Dalam
larik dibawah ini mengandung aliran mistiksme karena berbicara tentang
ketuhanan.
Dalam
kepekatan mimpiku
wajah
Mu tersembunyi
Alam
semesta, matahari, bintang, rembulan
Semua
datang sujud buatMu
Menikam
cinta paling dalam
Aku
dapat segera mulai
Melukiskan
Engkau yang kasat mata namun ada
Bahkan
mengalir dalam darah
Hidup
t'lah kujanjikan buatmu
2. Didaktisme
Aliran didaktisme yang diutamakan adalah bagaimana pengarang menyakinkan
pembacanya sehingga pembaca itu mampu mengambil teladan dan makna dari karya
sastra itu. Pada larik berikut kita bisa mengambil teladan dari
lagu ini yaitu kita harus khusyuk dalam sembahyang dan percaya akan firman
Allah SWT.
Dalam
kesejukan nafasMu
Aku
khusyuk sembahyang
Barangkali
dapat kutafsirkan makna firmanMu
E.
Analisis
Lagu Elegi Esok Hari Karya Ebiet G Ade
Elegi
Esok Hari
Izinkanlah kukecup kenigmu
Bukan hanya ada didalam angan
Esok pagi kau buka jendela
Kan kau dapati seikat kembang merah
Engkau tahu aku mulai bosan
Bercumbu dengan bayang-bayang
Bantulah aku temukan diri
Manyambut pagi membuang sepi
Izinkanlah aku kenang sejenak perjalanan oh oh oh
oh....
Dan biarkan kumengerti
Apa yang tersimpan dimatamu oh oh.......
Barangkali di tengah telaga
Ada tersisa butiran cinta
Dan semoga kerinduan ini
Bukan jadi mimpi di atas mimpi
Izinkanlah aku rindu pada hitam rambutmu oh oh oh
oh......
Dan biarkan ku bernyanyi
Demi hati yang risau ini oh oh.....
1. Romantisme.
Aliran Romantisme yaitu
aliran dalam sastra yang selalu melukiskan sesuatunya secara sentimentil penuh
perasaan. Oleh karena itu,
romantisme bisa dikatakan aliran yang mementingkan penggunaan bahasa yang
indah.dan bisa mengharukan. Hal ini bisa dilihat pada larik
berikut, kata- katanya sangat indah dan bahasa yang digunakan beraliran
romantis.
Izinkanlah kukecup kenigmu
Bukan
hanya ada didalam angan
Esok
pagi kau buka jendela
Kan
kau dapati seikat kembang merah
Engkau
tahu aku mulai bosan
Bercumbu
dengan bayang-bayang
2. Simbolisme
Pada larik pertama
yaitu mengandung aliran simbolisme, hal ini dilakukan pengarang untuk
mengelabui maksud yang sesungguhnya. Pada larik ini terdapat simbol kembang
merah yang artinya wanita dan cinta.
Kan
kau dapati seikat kembang merah
3. Ekspresionisme
Aliran Ekspresionisme
yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada perasaan jiwa pengarangnya. Aliran kesusasteraan ekspresionisme merupakan gambaran
dunia batin, imaji tentang sesuatu yang dipikirkan.
Larik yang mengandung aliran ekspresionisme, jadi pada larik ini pengarang
berimajinasi dan memikirkan wanitanya sampai kebawa mimpi.
Dan semoga kerinduan ini
Bukan
jadi mimpi di atas mimpi
Izinkanlah
aku rindu pada hitam rambutmu oh oh oh oh......
Dan
biarkan ku bernyanyi
F.
Analisis
Lagu “Titip
Rindu
Buat Ayah”
TITIP
RINDU UNTUK AYAH
Di
matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan
dan hempasan terpahat di keningmu
Kau
nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun
kau tetap tabah hm...
Meski
nafasmu kadang tersengal
memikul
beban yang makin sarat
kau
tetap bertahan
Engkau
telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput
tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu
yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini
kurus dan terbungkuk hm...
Namun
semangat tak pernah pudar
meski
langkahmu kadang gemetar
kau
tetap setia
Ayah,
dalam hening sepi kurindu
untuk
menuai padi milik kita
Tapi
kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu
sekarang banyak menanggung beban
Engkau
telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput
tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu
yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini
kurus dan terbungkuk hm...
Namun
semangat tak pernah pudar
meski
langkahmu kadang gemetar
kau
tetap setia
1.
Bait
pertama pengarang menggunakan aliran relaisme. Terdapatpada kata kunci “Kau Nampak tua dan lelah”
Di matamu
masih
tersimpan
selaksa
peristiwa
Benturan
dan
hanpasan
tepahat
dikeningmu
Kau
Nampak
tua
dan
lelah, keringat
mengucur
deras
namun
kau
Tetap
tabah hmm….
2.
Bait kedua pengarang menggunakan
aliran ekspresionalisme. Ekspresionisme dalam sastra yang menekankan pada
perasaan jiwa pengarangnya.
Kata kuncinyaadalah "namun semangat tak pernah pudar meski langkah
mu kadang
gemetar
kau
tetap
setia".
Keriput
tulang
pipimu
gambaran
perjuangan
Bahumu yang
dulukekar, legamterbakarmatamatahari
Kini
kurus
dan
terbungkuk hmm….
3. Pada bait ketiga
pengarang
menggunakan
aliran
Psikologisme. Bait tersebut
menjelaskan
jiwa
seorang
anak yang merindukan
sosok ayah tercinta,
terdapat pada kata kunci “dalam hening sepi kurindu”.
Ayah, dalam hening sepi kurindu
Untuk
menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban
G.
Analisis
Lagu “Untuk
Sebuah
Nama”
UNTUK
SEBUAH
NAMA
Mengapa
jiwaku mesti bergetar
sedang
musikpun manis kudengar
mungkin
karena kulihat lagi
lentik
bulu matamu
bibirmu
dan rambutmu yang kau biarkan
jatuh
berderai di keningmu
makin
mengajakku terpana
kau
goreskan gita cinta
mengapa
aku mesti duduk disini
sedang kau tepat didepanku
mestinya
kau berdiri berjalan kedepanmu
kusapa
dan kunikmati wajahmu
atau
kuisyaratkan cinta
tapi
semua tak kulakukan
kata
orang cinta mesti berkorban
mengapa
dadaku mesti bergoncang
bila
kusebutkan namamu
sedang
kau diciptakan bukanlah untukku
itu
pasti tapi aku tak mau perduli
sebab
cinta bukan mesti bersatu
biar
kucumbui bayanganmu
dan
kusandarkan harapanku
jatuh
berderai dikeningmu
1.
Pada
bait kedua
Pengarang menggunakan aliran realism dan ekspresionalime..
Pengarang
menceritakan
keadaan
sesungguhnya
lewat
syair-syair yang dituangkan
dalam bait lagu.
Mengapa
aku
mesti
duduk
disini
Sedang
kau
tepat
duduk di depanku
Mestinya
kau
berdiri
dan
berjalan
kedepan mu
Atau
ku
isyaratkan
cinta
Tapi
semua
tak
kulakukan
Kata orang
cinta mesti berkorban
2.
Pada
Bait Ketiga
Pengarang menggunakan aliran romantisme dan psikologisme yaitu menyampaikan perasaan cintanya dan kedihan karena tidak bias memiliki orang yang ia
cintai.
Mengapa
dadakuu
mesti
berkoncang
Bilaku
sebutkan
namamu
Sedangkaudiciptakanbukanuntukku
Itupastitapiakutakmauperduli
Sebabcintabukanmestiibersatu
Biarkucumbuibayangmu
Dan kusandarkanharapanku
Jatuhberderaidikeningmu
H.
Analisis lagu "Nyanyian
Ombak"
Nyanyian Ombak
Kau
campakkan dan kau terlantarkan
Kembang
yang kupersembahkan kepadamu, sepenuh hati
Kau
diamkan bahkan kau tinggalkan
Aku
yang tertegun di dalam rindu di dalam sepi
Benarkah
telah kering kasiah sayang di jantungmu
Layaknya
musim ini berkaca pada sikapmu
Rating-ranting
patah gemeretak
Belalangpun
terbang mencari hijau
Sisi
ladangku tak lagi subur
Untuk
tumbuhkan cinta kasihmu
Kau
dengarkan dan coba renungkan
Gelombang
di laut nyanyikan rindu, menikam kalbu
Benarkah
telah kering kasiah sayang di jantungmu
Layaknya
musim ini berkaca pada sikapmu
Rating-ranting
patah gemeretak
Belalangpun
terbang mencari hijau
Sisi
ladangku tak lagi subur
Untuk
tumbuhkan cinta kasihmu
1. Pada bait pertama
Pengarang menggunakan aliran psikologisme. Pengarang mengungkapkan jiwa seseorang yang telah
dicampakan
cintanya.
Kau
campakan dan kau terlantarkan
Kembang yang kupersembahkan padamu
Kau
diamkan
bahkan
kau
tinggalkan
Aku
yang
tertegun di dalam rindu di dalam sepi
2. Pada bait ketiga
Pengarang menggunakan aliran simbiolisme. Hal ini
digunakan
pengarang
untuk
mengelabui
maksud yang sebenarnya.
Benarkah
telah kering kasiah sayang di jantungmu
Layaknya
musim ini berkaca pada sikapmu
Rating-ranting
patah gemeretak
Belalangpun
terbang mencari hijau
Sisi
ladangku tak lagi subur
Untuk
tumbuhkan cinta kasihmu
I.
Analisis Lagu "Orang-orang
Terkuncil"
ORANG- ORANG TERKUNCIL
Dari
sudut-sudut mataku
mengalir
butir air bening
dengan
rambut anakku
yang
tidur dipeluk ibunya
Hari demi hari
kulewati
usai sudah hukumanku
kuayun langkah kebebasan
kuhirup nafas kerinduan
Kini
aku pulang
semoga
dapat diterima
ingin kubuktikan maknanya bertobat
seperti
impianku
akan
kubangun kecerahan
kubaktikan
sisa hidup untuk kebajikan
Namun
ternyata apa yang kuterima
semburan
ludah sumpah serapah
Dalam
kegelapan mata ini
dukaku
panas terbakar
apapun
yang di depankurasanya
ingin
kuhempaskan
Betapa
aku terluka
perjuanganku
sia-sia
apakah
orang sepertiku
harus
terkucil selamanya
Ke
manakah
harus
kubuang kegetiran
langit
yang kutatap pun
berpaling
dariku
Di
manakah
keluhanku
akan didengar
semua
jalan telah tertutup
buat
namaku
Yang
kupelajari dari buku suci
tak
ada kata terlambat untuk bertobat
nyatanya
jiwaku tetap terpidana
sesungguhnya
aku telah mati
dalam
hidup
1. Pada bait pertama, kedua
dan
ketiga
Pengarang menggunakan aliran realisme, psikologis
dan
ekspresionalisme. Pengarang
menceritakan
kisah
seorang
mantan
narapidana
secaranyata.
Dari
sudut-sudut mataku
mengalir
butir air bening
dengan
rambut anakku
yang
tidur dipeluk ibunya
Hari
demi hari kulewati
usai
sudah hukumanku
kuayun
langkah kebebasan
kuhirup
nafas kerinduan
Kini
aku pulang
semoga
dapat diterima
ingin
kubuktikan maknanya bertobat
seperti
impianku
akan
kubangun kecerahan
kubaktikan
sisa hidup untuk kebajikan
2. Pada bait keempat
dan
seterusnya
pengarang
menggunakan
aliran
determinisme yang menyoroti
pada
ketidakadilan.
J. Analisis Lagu "Camelia"
CAMELIA
Gugusan
hari-hari
Indah
bersamamu Camelia
Bangkitkan
kembali
Rinduku
mengajakku kesana
Inginku
berlari
Mengejar
seribu bayangmu Camelia
Tak
peduli kau kuterjang
Biar
pun harusku tembus padang ilalang
Tiba-tiba
langkahku terhenti
Sejuta
tangan telah menahanku
Ingin
kumaki mereka berkata
Tak
perlu kau berlari
Mengejar
mimpi yang tak pasti
Hari
ini juga mimpi
Maka
biarkan ia datang
Di
hatimu... di hatimu...
BAB III
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Dari 10 judul lagu karya Ebiet G Ade yang telah dianalisis, maka ditemukan
beberapa aliran sastra yang terkandung didalam lagu- lagu beliau. Aliran-
aliran tersebut yaitu antara lain aliran realisme, aliran didaktisme, aliran
simbolisme, aliran psikologisme, aliran romantisme, dan aliran mistikisme.
Dalam satu lagu bisa terkandung dua sampai tiga aliran disetiap larik bait
lagu tersebut. Lagu- lagu yang dibawakan Ebiet G Ade sangatlah bagus dan
bernilai amanat tinggi didalamnya. Hal itu bisa dikatakan karena salah satu
judul lagunya bernilai pendidikan dimana pendengar bisa mengambil teladan dari
kisah yang disampaikan lewat lagu- lagu tersebut.
B. Saran
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan kelompok
kami pada khususnya. Dan dengan adanya pembahasan ini kami berharap agar
pembelajaran karya sastra khususnya dalam bentuk drama menjadi lebih baik lagi
dan bisa menginspirasi. Kami berharap kritik dan saran yang membangun untuk
pembelajaran dan pembuatan tugas selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
setyawati-nani.blogspot.com
hhtps://kbbi.web.id
Estern, Mursal. (2013). Kesusastraan Pengantar Teori dan Sejarah, (edisi revisi ). Bandung: CV
Angkasa.
LAMPIRAN
DAFTAR
TUGAS KELOMPOK V
|
No.
|
NAMA
|
NPM
|
TUGAS
|
|
1
|
AJI
SANTOSO
|
15040016
|
1.
Analisis Lagu 2 judul
2.
Membuat Halaman Sampul dan Daftar
Pustaka
|
|
2
|
UJI
HARDINA
|
15040015
|
1.
Analisis lagu 4 judul
2.
Membuat PPT
|
|
3
|
RIA
DESTIANA
|
15040030
|
1.
Analisis lagu 4 judul
2.
Mencari Macam- Macam Aliran dalam
Karya Sastra.
3.
Membuat Kesimpulan dan Mencari
Pengertian Ahli
|