Senin, 07 Januari 2019

ANALISIS LAGU BERDASARKAN ALIRAN KARYA SASTRA


MATERI PEMBAHASAN KELOMPOK
MATA KULIAH SASTRA PERBANDINGAN DAN KRITIK SASTRA
ANALISIS LAGU KARYA EBIET BERDASARKAN ALIRAN KARYA SASTRA
Dosen Pengampu: Dra. Lisdwiana Kurniati, M.Pd.
NIP: 196304241989032001


Disusun Oleh
Kelompok V
Description: STKIP BARU









      




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNG
TAHUN 2018





KATA PENGANTAR

Assalamuallaikum Wr.Wb.
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa kami mengucapakan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah Ibu  Dra. Lisdwiana Kurniati, M.Pd. dan pihak-pihak lain yang telah mendukung dalam kelancaran pembuatan makalah ini. Adapun maksud dan tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Sastra Perbandingan dan Kritik Sastra.
Didalam makalah ini kami akan membahas aliran- aliran karya sastra yang terdapat pada lagu- lagu karya Ebiet. Didalam penyusunan makalah ini kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk menyusun makalah lain dikesempatan yang akan datang. Semoga  makalah ini bermanfaat, tidak hanya bagi kami tetapi juga bagi pembaca.

Wassallamualikum Wr.Wb.

Pringsewu, 20 November 2018


Kelompok V







DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR...................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Pengertian Aliran ..................................................................................................
B.     Macam- macam Aliran..........................................................................................

BAB II PEMBAHASAN
A.    Analisis Lagu Berita Kepada Kawan ...................................................................
B.     Analisis Lagu Nyanyian Rindu.............................................................................
C.     Analisis Lagu Dosa Siapa ini Dosa Siapa..............................................................
D.    Analisis Lagu Bingkai Mimpi................................................................................
E.     Analisis Lagu Elegi Esok Hari..............................................................................
F.      Analisis Lagu Titip Rindu Untuk Ayah................................................................
G.    Analisis Lagu Untuk Sebuah Nama......................................................................
H.    Analisis Lagu Nyanyian Ombak...........................................................................
I.       Analisis Lagu Orang- Orang Terkucil...................................................................
J.       Analisis Lagu Camelia...........................................................................................

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan............................................................................................................
B.     Saran......................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Pengertian Aliran Sastra
Menurut KBBI, Aliran yaitu haluan, pendapat, paham (politik, pandangan hidup dan sebagainya). Plato pada tahun 427-347 SM mengemukakan pada bidang seni terdapat kedua aliran yang besar dengan karakteristik yang berbeda, yaitu aliran idealisme dan materialisme.

Menurut Korrie Layun Rampan (dalam blog setyawati, 2014) mengartikan aliran sastra sebagai hasil ekspresi para sastrawan yang meyakini bahwa jenis sastra yang mereka ciptakan itulah hasil sastra yang cocok pada zamannya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Aliran Sastra merupakan pendapat atau pandangan dari hasil ekspresi para sastrawan di zamannya.

B.     Macam- Macam Aliran Karya Sastra
1.      Realisme
Realisme adalah aliran dalam kesusastraan yang melukiskan suatu keadaan atau kenyataan secara sesungguhnya. Aliran sastra ini merupakan sastra yang melukiskan keadaan/peristiwa sesuai dengan kenyataan apa adanya. Pengarang tidak menambah ataupun mengurangi suatu kejadian yang dilihatnya secara positif, yang diuraikan yang baik-baik saja. Para tokoh aliran ini berpendapat bahwa tujuan seni adalah untuk menggambarkan kehidupan dengan kejujuran yang sempurna dan subjektif.

2.      Impresionisme
Impresionisme adalah pelahiran kembali kesan kesan sang penyair atau pengarang terhadap sesuatu yang dilihatnya. Aliran ini dalam karya sastra menekankan pada kesan sepintas tentang suatu peristiwa, kejadian atau benda yang ditemui atau dilihat pengarang. Dalam hal tersebut, pengarang mengambil hal- hal yang penting- penting saja. Pengarang takkan melukiskan sampai mendetail, sampai yang sekecil- kecilnya seperti dalam aliran realisme atau naturalisme.

3.      Neonaturalisme.
Neonaturalisme merupakan aliran baru dari aliran neturalisme. Aliran ini tidak saja mengungkapkan sisi jelek, namun juga memandang sesuatu dari sudut yang baik pula.
4.      Futurisme
Futurisme merupakan aliran dalam sastra yang menganjurkan agar meninggalkan segala bentuk ekspresi gaya baru, bentuk baru, pokok baru dengan menekankan pentingnya pengganmbaran kecepatan, kekuatan dan kekerasan. Menurut kaum futuris, karya sastra hendaknya menyesuaikan diri dengan zaman modern.

5.      Surelaisme.
Aliran Surealisme yaitu aliran dalam sastra yang melukiskan sesuatu secara berlebihan sehingga sulit dipahami oleh penikmat atau pembaca.

6.      Determinisme.
Determinisme yaitu aliran dalam sastra yang melukiskan suatu peristiwa atau kejadian dari sisi jeleknya saja. Biasanya menyoroti pada ketidakadilan, penyelewengan dan lain-lain yang dianggap kurang baik pengarang. Aliran kesusasteraan yang menekankan pada takdir.dalam determinisme ini, Takdir ditentukan oleh unsur-unsur biologis dan lingkungan bukan oleh sesuatu yang gaib seperti, Tuhan, Dewa-dewi. Penganut aliran determinisme berangkat dari paham materialisme dan tidak percaya bahwa tuhanlah yang menakdirkan demikian. Akan tetapi, takdir itu diakibatkan oleh sifat biolgis dari orangtua dan lingkungan keadaan masyarakat.

7.      Ekspresionisme
Aliran Ekspresionisme yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada perasaan jiwa pengarangnya. Aliran kesusasteraan ekspresionisme merupakan gambaran dunia batin, imaji tentang sesuatu yang dipikirkan. Dalam ekspresionisme ini, pengarang menyatakan sikap jiwanya, emosinya, tanggapan subyektifnya tentang masalah manusia, ketuhanan, kemanusiaan. Dalam sajak, misalnya, penyair tidak mengungkapkan kisah, tetapi ia langsung berteriak, menyatakan curahan hatinya.

8.      Absurdisme
Aliran sastra ini munyuguhkan pada ketidak jelasan kenyataan. Pada dasarnya, yang dihadirkan adalah realitas manusia tetapi selalu hal- khal yang irasonal, tidak masuk akal karena bentuk sastra absurdisme ini memberi ruang yang terbuka bagi para apresiator untuk memberi tafsiran masing-masing dan semuanya dikembakiakan kepada pembaca.

9.      Idealisme.
Idealisme yaitu aliran dalam sastra yang selalu melukiskan cita-cita, gagasan, atau pendirian engarangnya. Idealisme merupakan cabang dari aliran romantik. Rahasia alam semesta dan misteri kehidupan , dalam realisme dan naturalisme mengandalkan pada realitas. Sebaliknya, idealisme menekankan pada ide atau cita-cita. Aliran ini bisa dikatakan aliran romantik yang mendasarkan citanya pada cita-cita si penulis atau pada pengarangnya semata. Pengarang idealisme memandang jauh ke masa yang akan datang, dengan segala kemungkinannya yang sangat diharapkan akan terjadi. Pada dasarnya, idealisme ini mirip ramalan. Pengarang merasa yakin bahwa fantasinya mampu direfleksikan ke dalam realitas.

10.  Simbolisme
Simbolisme yaitu aliran sastra yang menampilkan simbol- simbol (isyarat) dalam karyanya. Hal ini dilakukan pengarang untuk mengelabui maksud yang sesungguhnya.

11.  Romantisme.
Aliran Romantisme yaitu aliran dalam sastra yang selalu melukiskan sesuatunya secara sentimentil penuh perasaan. Romantisme merupakan kesenian kesusasteraan yang mengutamakan perasaan. Oleh karena itu, romantisme bisa dikatakan aliran yang mementingkan penggunaan bahasa yang indah.dan bisa mengharukan.


12.  Didaktisme.
Didaktisme yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada aspek-aspek pendidikan. Corak didakitisme merupakan salah satu bentuk sastra bertendens, yaitu karya sastra yang ditulis dengan maksud tertentu. Yang diutamakan dalam aliran ini adalah bagaimana pengarang menyakinkan pembacanya sehingga pembaca itu mampu mengambil teladan dan makna dari karya sastra itu.

13.  Mistikisme.
Aliran Mistikisme yaitu aliran dalam sastra yang melukiskan pengalaman dalam mencari dan merasakan nafas ketuhanan dan keabadian.

14.  Psikologisme.
Aliran Psikologisme yaitu aliran dalam sastra yang selalu menekankan pada aspek-aspek kejiwaan.

15.  Eksistensialisme
Eksistensialisme dalam sastra adalah aliran sastra yang mencoba mempersoalkan dan menggambarkan keberadaan manusia dalam hubungannya dengan manusia, alam dan Tuhan. Aliran ini dipengaruhi oleh perkembangan filsafat teks istensialisme. Tema- tema yang sering diangkat dalam karya semacam ini adalah tema cinta, kesendirian, keterasungan, kegilaan dan kematian.

16.  Filsafatisme
Aliran yang membahas hakika tanggapan, gagasan, sikap terhadap segala yang ada, terutama berkenaan dengan hakikat hidup dan makna hidup, sebabnya, asalnya, dan hukumnya. Aliran ini juga dapat membahas logika, estetika, metafisika, dan cara orang menemukan sesuatu.

17.  Heroisme
Heroisme adalah aliran dalam karya sastra yang berisi kepahlawanan atau keberanian atau keberanian dalam membela keadilan dan kebenaran. Aliran ini juga berisi kecintaan terhadap tanah air dan figure teladan bangsa, serta semangat membela tanah air.

18.  Religius
Religius merupakan aliran yang mementingkan nilai-nilai keagamaan ataurenungan tentang Tuhan dan keberadaan manusia dihadapan Tuhan.

19.  Transendental
Transendental merupakan aliran karya sastra yang menonjolkan hal- hal yang bersifat kerohanian. Karya semacam ini banyak mengemukakan renungan-renungan hidup yang mendalam.

20.  Komedi
Komedi adalah aliran karya sastra yang penuh dengan kelucuan-kelucuan dan memancing orang untuk tersenyum dan tertawa.

21.  Atavisme
Atavisme adalah aliran di dalam karya sastra yang memunculkan kembali sifat-sifat atau ciri-ciri pada sesorang yang sudah lama tidak muncul pada generasi-generasi sebelumnya.

22.  Spektisme
Spektisme adalah aliran yang memandang suatu selalu tidak pasti, meragukan dan mencurigakan.

23.  Melankolisme
Melankolisme adalah aliran dalam sastra yang menggambarkan kemurungan, kegetiran, kemuraman, kesedihan yang dipengaruhi oleh tekanan jiwa yang sedih.

24.  Ironisme
Aliran ini mencoba mengemukakan kejadian atau situasi yang bertentangan dengan yang diharapkan atau yang seharusnya terjadi. Aliran ini bernada mengejek, terus terang, tanpa memperdulikan baik buruk akibat negatif.




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Analisis Lagu Berita Kepada Kawan Karya Ebiet G Ade

Berita Kepada Kawan

Perjalanan ini Trasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk disampingku kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering bebatuan
            Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan
            Hati tergetar menatap kering rerumputan
            Perjalanan ini pun seperti jadi saksi
            Gembala kecil menangis sedih.....

Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ku tanya mengapa
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya dilaut Kukabarkan semuanya
Kepada karang, kepada ombak, kepada matahari
Tetapi semua diam,Tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit

Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa- dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang



Dalam setiap lagu ini memiliki beberapa aliran yang terlihat yaitu antara lain:
1.      Simbolisme
Dalam bait Pertama mengandung aliran simbolisme yaitu aliran sastra yang menampilkan simbol- simbol (isyarat) dalam karyanya. Hal ini dilakukan pengarang untuk mengelabui maksud yang sesungguhnya. Pada bait pertama larik ke 4 yaitu Di tanah kering bebatuan. Maksud dari simbol tanah ini yaitu kehidupan yang mulai susah. Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan terdapat pada bait kedua larik pertama yaitu penulis lagu merasakan sakit dan perih yang kemudian rasa itu disimbolkan dalam kata Batu Jalanan. Kemudian pada bait kedua larik ke empat yaitu Gembala kecil menangis sedih.....maksud dari Gembala kecil ini yaitu anak- anak. Selanjutnya pada larik terakhir yaitu Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang artinya kita harus intropeksi diri kebelakang kembali dan mengingat kesalahan- kesalahan yang telah dilakukan.

2.      Psikologisme.
Aliran Psikologisme yaitu aliran dalam sastra yang selalu menekankan pada aspek -aspek kejiwaan. Hal ini bisa terlihat pada bait pertama larik pertama yaitu Perjalanan ini Trasa sangat menyedihkan.  Dalam larik ini kejiwaan penulis lebih menampakkan pada perasan yang amat sedih.
Sesampainya dilaut Kukabarkan semuanya
Kepada karang, kepada ombak, kepada matahari
Tetapi semua diam,Tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit
Pada larik diatas juga terlihat

3.      Ekspresionisme
Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan
Hati tergetar menatap kering rerumputan
Bait kedua larik pertama dan kedua merupakan aliran ekspresionisme karena menggambarkan sikap kejiwaan, emosi dan menceritakan kisah atau perasaan yang dialaminya.


4.      Impresionisme
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya dilaut Kukabarkan semuanya
Kepada karang, kepada ombak, kepada matahari
Tetapi semua diam,Tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit
Dalam bait larik lagu ini terdapat aliran impresionisme yaitu menekankan pada kesan sepintas tentang suatu peristiwa, kejadian atau benda yang ditemui atau dilihat pengarang. Dalam hal ini, pengarang mengambil hal- hal yang penting- penting saja. Terlihat sekali bahwa pengarang sangat sedih dan bingung dengan bencana yang menimpa lingkungannya, semua orang hilang ditelan becana dan hanya tersisa batu krang, ombak dan matahari.

5.      Didaktisme.
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa- dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang
Didalam bait terahir ini mengandung aliran didaktisme yaitu aliran yang mengandung nilai pendidikan sehingga penyanyi ataupun penulis lagu bisa membuat dan memberikan pesan kepada pendengar untuk bisa mengambil hikmah serta pelajaran dibalik sebuah becana.

6.      Realisme
Bait lagu ini mengandung aliran realisme, karena melukiskan suatu keadaan atau kenyataan yang sesungguhnya. Terlihat dalam larik bahwa penulis benar- benar menanyakan kepada gembala kecil yang menangis (anak- anak) Mengapa Bapak Ibunya mati. Dalam aliran realisme pengarang atau penulis lagu tidak mengurangi suatu kejadian yang dilihatnya atau dialaminya sehingga terlihat positif jika dirasakan pendengarnya. Pada bait ini juga sangat menggambarkan kehidupan dalam sisi kejujuran yang dilihat pengarang lagu.
Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ku tanya mengapa
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini

B.     Analisis Lagu Nyanyian Rindu Karya Ebiet G Ade

Nyanyian Rindu

Coba engkau katakan padaku
Apa yang seharusnya aku lakukan
Bila larut tiba wajahmu membayang
Kerinduan ini semakin dalam
Gemuruh ombak di pantai Kuta
Sejuk, lembut angin di bukit Kintamani
Gadis-gadis kecil menjajakan cincin
Tak mampu mengusir kau yang manis
Bila saja kau ada di sampingku,
Sama-sama arungi danau biru
Bila malam mata enggan terpejam
Berbincang tentang bulan merah ho...
Du du du du du du du du du du du du du du du (2x)
Coba engkau dengar lagu ini 
Aku yang tertidur dan tengah bermimpi
Langit-langit kamar jadi penuh gambar
Wajahmu yang bening, sejuk, segar
Kapan lagi kita akan bertemu
Meski hanya sekilas kau tersenyum?
Kapan lagi kita nyanyi bersama?
Tatapanmu membasuh luka, ho...
Du du du du du du du du du du du du du du du (2x)

1.      Romantisme.
Aliran Romantisme yaitu aliran dalam sastra yang selalu melukiskan sesuatunya secara sentimentil penuh perasaan. Oleh karena itu, romantisme bisa dikatakan aliran yang mementingkan penggunaan bahasa yang indah.dan bisa mengharukan. Hal ini bisa dilihat pada larik berikut;
Coba engkau katakan padaku
Apa yang seharusnya aku lakukan
Bila larut tiba wajahmu membayang
Kerinduan ini semakin dalam
Sejuk, lembut angin di bukit Kintamani
Gadis-gadis kecil menjajakan cincin
Tak mampu mengusir kau yang manis
Bila saja kau ada di sampingku,

2.      Simbolisme
Simbolisme yaitu aliran sastra yang menampilkan simbol- simbol (isyarat) dalam karyanya. Hal ini dilakukan pengarang untuk mengelabui maksud yang sesungguhnya. Aliran simbolisme terdapat pada larik yaitu Berbincang tentang bulan merah ho...arti dari bulan merah berarti bulan puranama yang indah nan cantik dan bersinar terang.

C.    Analisis Lagu Dosa Siapa ini Dosa Siapa Karya Ebiet G Ade

Dosa Siapa ini Dosa Siapa

Kudengar suara jerit tangismu
Sesepi gunung
Kulihat bening bola matamu
Sesejuk gunung
Oh, engkau anakku
Yang menanggungkan noda
Sedang engkau terlahir
Mestinya sebening kaca
Apa yang dapat kubanggakan?
Kata maafku pun belum kau mengerti
Dosa siapa? Ini dosa siapa?
Salah siapa? Ini salah siapa?
Mestinya aku tak bertanya lagi
Kudengar ceria suara tawamu
Menikam jantung
Kulihat rona segar di pipimu
Segelap mendung
Oh, engkau anakku
Yang segera tumbuh dewasa
Dengan selaksa beban
Mestinya sesuci bulan
Apa yang dapat kudambakan?
Kata sesalku pun belum kau mengerti
Dosa siapa? Ini dosa siapa?
Salah siapa? Ini salah siapa?
Jawabnya ada di relung hati ini

1.      Simbolisme
Pada larik pertama yaitu mengandung aliran simbolisme, hal ini dilakukan pengarang untuk mengelabui maksud yang sesungguhnya.
            Kudengar suara jerit tangismu
            Sesepi gunung
            Kulihat bening bola matamu
            Sesejuk gunung

2.      Ekspresionisme
Aliran Ekspresionisme yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada perasaan jiwa pengarangnya. Aliran kesusasteraan ekspresionisme merupakan gambaran dunia batin, imaji tentang sesuatu yang dipikirkan. Aliran ini terlihat pada larik berikut karena sangat telihat ekspresi dalam lagu ini saat menanyakan apa yang dirasakan penulis.
            Apa yang dapat kubanggakan?
            Kata maafku pun belum kau mengerti
            Dosa siapa? Ini dosa siapa?
            Salah siapa? Ini salah siapa?
            Mestinya aku tak bertanya lagi
3.      Determinisme.
Pada larik dibawah ini mengandung aliran determinisme yaitu aliran dalam sastra yang melukiskan suatu peristiwa atau kejadian dari sisi jeleknya saja. Biasanya menyoroti pada ketidakadilan, penyelewengan dan lain-lain yang dianggap kurang baik pengarang. Dalam larik ini terlihat sisi jelek yang mengisahkan tentang kehidupan anak yang tak berdosa. Kemudian merasakan ketidak adilan dan penulis selalu menanyakan siapa dan siapa.
            Oh, engkau anakku
            Yang segera tumbuh dewasa
            Dengan selaksa beban
            Mestinya sesuci bulan
            Apa yang dapat kudambakan?
            Kata sesalku pun belum kau mengerti
            Dosa siapa? Ini dosa siapa?
            Salah siapa? Ini salah siapa?

D.    Analisis Lagu Bingkai Mimpi Karya Ebiet G Ade

BINGKAI MIMPI

Dalam kepekatan mimpiku wajah Mu tersembunyi
Alam semesta, matahari, bintang, rembulan
Semua datang sujud buatMu
Menikam cinta paling dalam
Du du du du du du du (2x)
Dari sudut manakah gerangan
Aku dapat segera mulai
Melukiskan Engkau yang kasat mata namun ada
Bahkan mengalir dalam darah
Hidup t'lah kujanjikan buatmu
Garis-garis aku satukan
Menampilkan watak yang beringas
Titik-titik aku kumpulkan
Menampilkan rona geriap
Terlalu jauh dari wajahMu
Yang agung, teduh, dan kasih
Kini kuyakini sepenuhnya Engkau tak mungkin kugambar
Tinggal kumohon ampunanMu atas kelancangan mimpiku
Dalam kesejukan nafasMu
Aku khusyuk sembahyang
Barangkali dapat kutafsirkan makna firmanMu
Peluklah aku dalam damai,
Siramilah dengan cinta
Garis-garis aku satukan
Menampilkan watak yang beringas
Titik-titik aku kumpulkan
Menampilkan rona geriap
Terlalu jauh dari wajahMu
Yang agung, teduh, dan kasih
Kini kuyakini sepenuhnya Engkau tak mungkin kugambar
Tinggal kumohon ampunanMu atas kedangkalan mimpiku
Du du du du du du du du (3x).

1.      Mistikisme.
Aliran Mistikisme yaitu aliran dalam sastra yang melukiskan pengalaman dalam mencari dan merasakan nafas ketuhanan dan keabadian. Dalam larik dibawah ini mengandung aliran mistiksme karena berbicara tentang ketuhanan.
            Dalam kepekatan mimpiku wajah Mu tersembunyi
            Alam semesta, matahari, bintang, rembulan
            Semua datang sujud buatMu
            Menikam cinta paling dalam
                        Aku dapat segera mulai
                        Melukiskan Engkau yang kasat mata namun ada
                        Bahkan mengalir dalam darah
                        Hidup t'lah kujanjikan buatmu
2.      Didaktisme
Aliran didaktisme yang diutamakan adalah bagaimana pengarang menyakinkan pembacanya sehingga pembaca itu mampu mengambil teladan dan makna dari karya sastra itu. Pada larik berikut kita bisa mengambil teladan dari lagu ini yaitu kita harus khusyuk dalam sembahyang dan percaya akan firman Allah SWT.
            Dalam kesejukan nafasMu
            Aku khusyuk sembahyang
            Barangkali dapat kutafsirkan makna firmanMu

E.     Analisis Lagu Elegi Esok Hari Karya Ebiet G Ade

Elegi Esok Hari

Izinkanlah kukecup kenigmu
Bukan hanya ada didalam angan
Esok pagi kau buka jendela
Kan kau dapati seikat kembang merah
Engkau tahu aku mulai bosan
Bercumbu dengan bayang-bayang
Bantulah aku temukan diri
Manyambut pagi membuang sepi
Izinkanlah aku kenang sejenak perjalanan oh oh oh oh....
Dan biarkan kumengerti
Apa yang tersimpan dimatamu oh oh.......
Barangkali di tengah telaga
Ada tersisa butiran cinta
Dan semoga kerinduan ini
Bukan jadi mimpi di atas mimpi
Izinkanlah aku rindu pada hitam rambutmu oh oh oh oh......
Dan biarkan ku bernyanyi
Demi hati yang risau ini oh oh.....

1.      Romantisme.
Aliran Romantisme yaitu aliran dalam sastra yang selalu melukiskan sesuatunya secara sentimentil penuh perasaan. Oleh karena itu, romantisme bisa dikatakan aliran yang mementingkan penggunaan bahasa yang indah.dan bisa mengharukan. Hal ini bisa dilihat pada larik berikut, kata- katanya sangat indah dan bahasa yang digunakan beraliran romantis.
            Izinkanlah kukecup kenigmu
            Bukan hanya ada didalam angan
            Esok pagi kau buka jendela
            Kan kau dapati seikat kembang merah
            Engkau tahu aku mulai bosan
            Bercumbu dengan bayang-bayang

2.      Simbolisme
Pada larik pertama yaitu mengandung aliran simbolisme, hal ini dilakukan pengarang untuk mengelabui maksud yang sesungguhnya. Pada larik ini terdapat simbol kembang merah yang artinya wanita dan cinta.
            Kan kau dapati seikat kembang merah

3.      Ekspresionisme
Aliran Ekspresionisme yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada perasaan jiwa pengarangnya. Aliran kesusasteraan ekspresionisme merupakan gambaran dunia batin, imaji tentang sesuatu yang dipikirkan. Larik yang mengandung aliran ekspresionisme, jadi pada larik ini pengarang berimajinasi dan memikirkan wanitanya sampai kebawa mimpi.
            Dan semoga kerinduan ini
            Bukan jadi mimpi di atas mimpi
            Izinkanlah aku rindu pada hitam rambutmu oh oh oh oh......
            Dan biarkan ku bernyanyi

F.     Analisis Lagu “Titip Rindu Buat Ayah”

TITIP RINDU UNTUK AYAH

Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah hm...
Meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
kau tetap bertahan

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia

Ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia

1.      Bait pertama pengarang menggunakan aliran relaisme. Terdapatpada kata kunci “Kau Nampak tua dan lelah
Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hanpasan tepahat dikeningmu
Kau Nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras namun kau
Tetap tabah hmm….

2.      Bait kedua pengarang menggunakan aliran ekspresionalisme. Ekspresionisme dalam sastra yang menekankan pada perasaan jiwa pengarangnya. Kata kuncinyaadalah "namun semangat tak pernah pudar meski langkah mu kadang gemetar kau tetap setia".
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulukekar, legamterbakarmatamatahari
Kini kurus dan terbungkuk hmm….

3.      Pada bait ketiga pengarang menggunakan aliran Psikologisme. Bait tersebut menjelaskan jiwa seorang anak yang merindukan sosok ayah tercinta, terdapat pada kata kunci “dalam hening sepi kurindu”.
Ayah, dalam hening sepi kurindu
Untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban

G.    Analisis Lagu “Untuk Sebuah Nama”

UNTUK SEBUAH NAMA
Mengapa jiwaku mesti bergetar
sedang musikpun manis kudengar
mungkin karena kulihat lagi
lentik bulu matamu
bibirmu dan rambutmu yang kau biarkan
jatuh berderai di keningmu
makin mengajakku terpana
kau goreskan gita cinta
mengapa aku mesti duduk disini
sedang kau tepat didepanku
mestinya kau berdiri berjalan kedepanmu
kusapa dan kunikmati wajahmu
atau kuisyaratkan cinta
tapi semua tak kulakukan
kata orang cinta mesti berkorban

mengapa dadaku mesti bergoncang
bila kusebutkan namamu
sedang kau diciptakan bukanlah untukku
itu pasti tapi aku tak mau perduli
sebab cinta bukan mesti bersatu
biar kucumbui bayanganmu
dan kusandarkan harapanku
jatuh berderai dikeningmu

1.      Pada bait kedua
Pengarang menggunakan aliran realism dan ekspresionalime.. Pengarang menceritakan keadaan sesungguhnya lewat syair-syair yang dituangkan dalam bait lagu.
Mengapa aku mesti duduk disini
Sedang kau tepat duduk di depanku
Mestinya kau berdiri dan berjalan kedepan mu
Atau ku isyaratkan cinta
Tapi semua tak kulakukan
Kata orang cinta mesti berkorban

2.      Pada Bait Ketiga
Pengarang menggunakan aliran romantisme dan psikologisme yaitu menyampaikan perasaan cintanya dan kedihan karena tidak bias memiliki orang yang ia cintai.
Mengapa dadakuu mesti berkoncang
Bilaku sebutkan namamu
Sedangkaudiciptakanbukanuntukku
Itupastitapiakutakmauperduli
Sebabcintabukanmestiibersatu
Biarkucumbuibayangmu
Dan kusandarkanharapanku
Jatuhberderaidikeningmu



H.    Analisis lagu "Nyanyian Ombak"

Nyanyian Ombak

Kau campakkan dan kau terlantarkan
Kembang yang kupersembahkan kepadamu, sepenuh hati
Kau diamkan bahkan kau tinggalkan
Aku yang tertegun di dalam rindu di dalam sepi

Benarkah telah kering kasiah sayang di jantungmu
Layaknya musim ini berkaca pada sikapmu
Rating-ranting patah gemeretak
Belalangpun terbang mencari hijau
Sisi ladangku tak lagi subur
Untuk tumbuhkan cinta kasihmu

Kau dengarkan dan coba renungkan
Gelombang di laut nyanyikan rindu, menikam kalbu

Benarkah telah kering kasiah sayang di jantungmu
Layaknya musim ini berkaca pada sikapmu
Rating-ranting patah gemeretak
Belalangpun terbang mencari hijau
Sisi ladangku tak lagi subur
Untuk tumbuhkan cinta kasihmu

1.      Pada bait pertama
Pengarang menggunakan aliran psikologisme. Pengarang mengungkapkan jiwa seseorang yang telah dicampakan cintanya.
Kau campakan dan kau terlantarkan
Kembang yang kupersembahkan padamu
Kau diamkan bahkan kau tinggalkan
Aku yang tertegun di dalam rindu di dalam sepi

2.      Pada bait ketiga
Pengarang menggunakan aliran simbiolisme. Hal ini digunakan pengarang untuk mengelabui maksud yang sebenarnya.
Benarkah telah kering kasiah sayang di jantungmu
Layaknya musim ini berkaca pada sikapmu
Rating-ranting patah gemeretak
Belalangpun terbang mencari hijau
Sisi ladangku tak lagi subur
Untuk tumbuhkan cinta kasihmu

I.       Analisis Lagu "Orang-orang Terkuncil"

ORANG- ORANG TERKUNCIL

Dari sudut-sudut mataku
mengalir butir air bening
dengan rambut anakku
yang tidur dipeluk ibunya
            Hari demi hari kulewati
            usai sudah hukumanku
            kuayun langkah kebebasan
            kuhirup nafas kerinduan

Kini aku pulang
semoga dapat diterima
ingin kubuktikan maknanya bertobat
seperti impianku
akan kubangun kecerahan
kubaktikan sisa hidup untuk kebajikan
Namun ternyata apa yang kuterima
semburan ludah sumpah serapah

Dalam kegelapan mata ini
dukaku panas terbakar
apapun yang di depankurasanya
ingin kuhempaskan

Betapa aku terluka
perjuanganku sia-sia
apakah orang sepertiku
harus terkucil selamanya
Ke manakah
harus kubuang kegetiran
langit yang kutatap pun
berpaling dariku

Di manakah
keluhanku akan didengar
semua jalan telah tertutup
buat namaku

Yang kupelajari dari buku suci
tak ada kata terlambat untuk bertobat
nyatanya jiwaku tetap terpidana
sesungguhnya aku telah mati
dalam hidup

1.      Pada bait pertama, kedua dan ketiga
Pengarang menggunakan aliran realisme, psikologis dan ekspresionalisme. Pengarang menceritakan kisah seorang mantan narapidana secaranyata.
Dari sudut-sudut mataku
mengalir butir air bening
dengan rambut anakku
yang tidur dipeluk ibunya
Hari demi hari kulewati
usai sudah hukumanku
kuayun langkah kebebasan
kuhirup nafas kerinduan
Kini aku pulang
semoga dapat diterima
ingin kubuktikan maknanya bertobat
seperti impianku
akan kubangun kecerahan
kubaktikan sisa hidup untuk kebajikan

2.      Pada bait keempat dan seterusnya pengarang menggunakan aliran determinisme yang menyoroti pada ketidakadilan.

J.      Analisis Lagu "Camelia"

CAMELIA
Gugusan hari-hari
Indah bersamamu Camelia
Bangkitkan kembali
Rinduku mengajakku kesana

Inginku berlari
Mengejar seribu bayangmu Camelia
Tak peduli kau kuterjang
Biar pun harusku tembus padang ilalang

Tiba-tiba langkahku terhenti
Sejuta tangan telah menahanku
Ingin kumaki mereka berkata
Tak perlu kau berlari

Mengejar mimpi yang tak pasti
Hari ini juga mimpi
Maka biarkan ia datang
Di hatimu... di hatimu...

Lagu camellia menggunakan aliran romanticme dalam menyampaikan lirik-lirik lagu.
BAB III
KESIMPULAN


A.    Kesimpulan
Dari 10 judul lagu karya Ebiet G Ade yang telah dianalisis, maka ditemukan beberapa aliran sastra yang terkandung didalam lagu- lagu beliau. Aliran- aliran tersebut yaitu antara lain aliran realisme, aliran didaktisme, aliran simbolisme, aliran psikologisme, aliran romantisme, dan aliran mistikisme.

Dalam satu lagu bisa terkandung dua sampai tiga aliran disetiap larik bait lagu tersebut. Lagu- lagu yang dibawakan Ebiet G Ade sangatlah bagus dan bernilai amanat tinggi didalamnya. Hal itu bisa dikatakan karena salah satu judul lagunya bernilai pendidikan dimana pendengar bisa mengambil teladan dari kisah yang disampaikan lewat lagu- lagu tersebut.

B.     Saran
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan kelompok kami pada khususnya. Dan dengan adanya pembahasan ini kami berharap agar pembelajaran karya sastra khususnya dalam bentuk drama menjadi lebih baik lagi dan bisa menginspirasi. Kami berharap kritik dan saran yang membangun untuk pembelajaran dan pembuatan tugas selanjutnya.








DAFTAR PUSTAKA


setyawati-nani.blogspot.com
hhtps://kbbi.web.id
Estern, Mursal. (2013). Kesusastraan Pengantar Teori dan Sejarah, (edisi revisi ). Bandung:         CV Angkasa.























LAMPIRAN


DAFTAR TUGAS KELOMPOK V
No.
NAMA
NPM
TUGAS

1

AJI SANTOSO

15040016
1.      Analisis Lagu 2 judul
2.      Membuat Halaman Sampul dan Daftar Pustaka
2
UJI HARDINA
15040015
1.      Analisis lagu 4 judul
2.      Membuat PPT

3

RIA DESTIANA

15040030
1.      Analisis lagu 4 judul
2.      Mencari Macam- Macam Aliran dalam Karya Sastra.
3.      Membuat Kesimpulan dan Mencari Pengertian Ahli